jump to navigation

Tulisan-Tulisan KafeMotor yang Dijiplak Februari 7, 2007

Posted by ilham in Interupsi.
trackback

Silahkan baca lebih lanjut tulisan-tulisan KafeMotor yang dijiplak… di bawah ini:

Suzuki Ngak Mau Kalah, Siap Luncurkan NEW THUNDER
Selasa, 6 Februari 2007 08:50
http://www.indonesianracing.com/inde…43&hal=detnews

Aprilia RS125, Come and Give a Try!!!!
Selasa, 6 Februari 2007 09:01
http://www.indonesianracing.com/inde…24&hal=detnews

Yamaha V-Ixion Downgrade atau Viper Facelift?
Selasa, 23 Januari 2007 14:13
http://www.indonesianracing.com/inde…33&hal=detnews

Selamat Tinggal Motor Sport Klasik !!
Minggu, 28 Januari 2007 07:26
http://www.indonesianracing.com/inde…02&hal=detnews

Modifikasi Motor: Pakai Limbah atau Aftermarket?
Selasa, 23 Januari 2007 14:16
http://www.indonesianracing.com/inde…57&hal=detnews

Belajar Modifikasi: Apa yang Harus Anda Siapkan!?
Rabu, 24 Januari 2007 07:53
http://www.indonesianracing.com/inde…33&hal=detnews

Evoluzione II Cagiva Mito Serasa Balap GP
Kamis, 18 Januari 2007 03:41
http://www.indonesianracing.com/inde…24&hal=detnews

——————————————————————–

Suzuki Ngak Mau Kalah, Siap Luncurkan NEW THUNDER

http://www.indonesianracing.com/index1.php?id=60207085043&hal=detnews

Selasa, 6 Februari 2007 08:50

Pertarungan motor sport belum lagi selesai pada tahun 2007 ini. Bahkan kini tensinya semakin tinggi. Berbagai kasak kusuk hingga spyshot pun beredar. Antara lain dipicu oleh segera beredarnya Yamaha Viper dan bayang-bayang Fazer 250 di belakangnya.

Lalu bagaimana kabar Suzuki yang juga santer digossipkan sedang mempersiapkan andalan baru? Wajar saja, Thunder 250 sudah diskontinyu dan digantikan oleh motornya om Farhan, Thunder 125. Tak ada lagi ”motor besar” merek ini di jajaran motor sport nasional. Apalagi FXR 150 sudah lama habis dan kini sudah 100% ganti sasis dan body. Tapi benarkah Suzuki akan bertahan dengan Thundy 125 di jajaran motor sport?

Ternyata tidak. Sejumlah bengkel, toko, dan mekanik dalam jaringan Suzuki sudah mulai bergosip soal munculnya andalan baru mereka. Kabarnya andalan baru ini dimaksudkan bukan hanya mengisi segmen motor sport jualan bebas kelas berat yang bermain di volume 200cc ke atas, tetapi juga membuat trend pada tahun ini.


Konon, dua varian kini digodok konsepnya dan dijajaki kemungkinan pasarnya. Yang pertama Suzuki Chop-Cruiser dan yang kedua Suzuki supermoto. Kedua istilah dipakai ”secukupnya” untuk memudahkan pembahasan. Suzuki sendiri tentu akan memberi istilah dan nama sendiri.

Saat Thunder 250 masuk ke Indonesia, sempat bertanya-tanya, mengapa bukan Marauder 250? Pertanyaan ini wajar karena Marauder sudah diproduksi untuk pasar Amerika. Dengan demikian Suzuki tak perlu capek-capek lagi membangun sasis dan body baru. Nyatanya Suzuki Indomobil R2 tetap setia dengan moto “Inovasi Tiada Henti”. Tak enak rasanya kalau mengimpor mentah-mentah. Apalagi belum tentu Chop-Cruiser itu cocok dengan orang Indonesia.

Tentu saja model chop-cruiser kurang akrab oleh awam. Mungkin hanya disenangi kalangan tertentu alias hobbies. Mereka itu mengendarai motor dengan gaya sedikit santai dan sesekali turing keluar kota. Padahal jalan-jalan di Indonesia memerlukan jenis motor sport yang lebih gesit sehingga wheelbase (sumbu roda) tidak mungkin sepanjang motor-motor cruiser. Belum lagi saat itu pabrikan Honda sedang sukses dengan Tiger (Classic-nya).

Kehadiran Thunder 250 yang lebih bernuansa sport turing atau touring-cruiser dianggap lebih masuk akal. Apalagi dengan embel-embel motor sport dengan cc terbesar di kelasnya, pihak Suzuki begitu yakin bisa menghadang dominasi Honda Tiger yang hingga kini hanya bertahan di cc 200.

Nyatanya, Thunder 250 hanya sanggup bertahan sewindhu. Motor ini dianggap cocok untuk turing saja. Banyak kalangan memang senang dengan tenaga dan kenikmatannya dalam perjalanan luar kota, namun mengeluhkan pengendaliannya dalam kemacetan kota. Apalagi perawatan motor ini lumayan merepotkan karena mesinnya yang memang 1 generasi lebih maju dari Tiger.

Dengan 4 klep dan 1 silinder khas Suzuki, bengkel mana yang mampu mengerjakannya pada masa-masa itu? Di kota saja sulit apalagi di kampung. Belum lagi sparepartnya yang mahal karena masih diimport. Serbuan Yamaha dengan Scorpio yang tidak kalah bertenaga dan jelas jauh lebih gesit akhirnya membuat Thunder 250 cabut dari gelanggang. Suzuki lalu meluncurkan Thunder 125 sebagai penggantinya.

Namun Thunder 125 tak mungkin bertarung sendirian sementara Yamaha, Honda dan Kawasaki dengan 2 hingga tiga jagoan. Marauder 250 mungkin jawaban instan. Dengan mudah motor ini diproduksi karena cetakannya sudah ada. Apalagi dengan mesin tipe GZ250 yang sama persis dengan Thunder 250 alias GS250, bisa dipastikan sisa-sisa produksi Thunder 250 bisa digunakan kembali. Apalagi sasisnya hampir tak jauh beda. Tinggal modif dikit dan pasang kaki dan bodi. Pihak pabrikan pun tak usah banyak promosi lagi soal kemampuan mesinnya.

Di kawasan Amerika motor ini cukup favorit karena model, perawatan, kenyamanan, dan kemudahan pengendaraannya. Saking favoritnya motor ini banyak pula digunakan oleh kaum Hawa dalam maupun luar kota. Hanya saja, Suzuki harus ekstra waspada. Sebab pengalaman Honda Panthom 200cc yang memiliki model dan segmen yang kurang lebih sama sangat seret dari sisi penjualan. Padahal merek ini dikeluarkan resmi pihak Honda dan memiliki back up purna jual dan service yang lumayan. Nah apakah Suzuki siap dengan segala konsekuensinya?

Thunder Supermoto 250

Selain Marauder, Suzuki memiliki andalan lain. Suzuki Indomobil R2 selaku ATPM bisa saja memasukkan varian supermoto. Sudah jadi pengetahuan umum bahwa saat ini para penggemar motorsport sangat gandrung dan penasaran pada sensasi supermoto. Nah, Suzuki punya banyak andalan garuk tanah yang cantik dan mumpuni. Salah satunya RM250. Namun berhubung menggunakan mesin 2 tak yang sedang turun pamor, sangat bijak jika kita menoleh ke DR-Z250, enduro 4 tak yang layak menyandang predikat supermoto.

Motor ini sebenarnya sangat canggih. Dibekali mesin 249cc, 4-tak, dan silinder tunggal, membuatnya mirip dengan Thunder 250. Namun dengan spek mesin DOHC berpendingin oil-cooled, bisa dipastikan jauh lebih baik dari mesin Thunder yang hanya bertipe SOHC 4 klep dan tanpa pendingin. Juga aslinya memiliki 6 percepatan dibanding 5 percepatan pada Thunder 250 membuatnya lebih garang dan berakselerasi lebih cepat. Jadi tenaga Thunder 250 tak lagi sia-sia hanya untuk putaran atas saja.

Itu dari segi mesin. Bagaimana tampangnya? Tak salah lagi, mencerminkan model supermoto atau enduro yang sungguhnya. Jadi tak lagi perlu modifikasi seperti yang marak saat ini. Tidak seperti Scorpio yang bermesin enduro namun dibekali sasis dan body cruiser, DR-Z250 sudah-benar-benar fullspek. Meskipun belum lagi menggunakan upsidedown seperti saudaranya RM250, namun secara umum tak ada yang mengecewakan. Juga Suzuki tak lagi perlu melayani Honda yang kini eksis dengan New/Revo-nya. Jika benar demikian, bukan tidak mungkin Suzuki menyapu bersih segmen motor sport 200-250cc dengan penggemar supermoto yang fanatik. Tanpa harus modifikasi lagi, berarti bisa berhemat 5-10 juta. Siapa yang tak kepincut?

Tapi apa mungkin varian ini yang segera meluncur? Bukan hal mudah menghadirkan motor supermoto murah. Apalagi motor semacam itu selalu dibuat dengan tingkat kekuatan yang maksimal dan ketahanan yang ekstrim sehingga biaya produksinya tinggi. Imbasnya UUD, hargalah yang akan tinggi. Jika demikian bisa saja Suzuki menggunakan sasis, full body, dan kaki-kaki DR-Z250 tapi menggamit mesin GS-nya Thunder 250. Asal jangan untuk menekan harga kualitas benar-benar hancur seperti menggabungkan mesin GS 250 (Thunder) dan fullbody TS aja!

Mari kita tunggu pembuktian “Inovasi Tiada Henti” sekali lagi…(kfm)

http://www.indonesianracing.com/index1.php?id=60207090124&hal=detnews

Aprilia RS125, Come and Give a Try!!!!

Selasa, 6 Februari 2007 09:01

Merek ini bukan nama biasa di dunia motor sport. Pemegang berkali-kali juara dunia GP 125 dan 250, termasuk pada tahun ini. Beberapa nama besar di ajang balap Moto GP pernah pula juara bersama pabrikan ini seperti dua italiano: Valentino Rossi dan Loris Capirosi. Jadi tak perlu panjang lebar soal reputasi bukan.

Nah bagaimana rasa mengendarai replika RS 125 di jalan raya?
Meskipun hanya mengusung mesin dengan volume 125cc, namun banyak yang memasukkan motor ini ke dalam kategori moge, minimal sebuah minimoge.

Tenaga, kecepatan, dan juga ukuran bodinya jauh di atas motor-motor produksi pabrikan Jepang sekelas seperti Ninja KRR 150, Suzuki FXR 150, NSR RR 150. Rata-rata motor Jepang tadi memiliki volume yang lebih besar, namun tenaganya masih dibawa motor-motor Italia dengan cc 125 seperti Cagiva Mito atau Aprilia RS 125 ini. Untuk informasi teknisnya anda bisa membacanya lebih jauh di http://www.bikez.com/motorcycles/aprilia_rs_125_2000.php

Kesan mengenai motor ini tak jauh beda dengan penilaian banyak orang di Eropa maupun Asia pada umumnya. Pertama-tama, menyangkut kenyamanan. Tak banyak motorsport yang nyaman dikendarai. Umumnya motor-motor turing menempati posisi pertama, motorsport agak belakangan. Namun demikian dibanding motor-motorsport cc kecil di kelasnya sekalipun, kenyamanan RS 125 masih kalah jauh dari rekannya motor-motorsport Jepang.

Hal ini terutama karena motorsport Italia dimaksudkan sebagai replika motor balap GP sehingga posisi duduk, stang, maupun pijakan kaki benar-benar kurang lebih sama dengan versi balapnya. Tempat duduk dan pijakan pengendara agak jauh kebelakang dan stang jepit yang lebar namun pendek. Kebayang kan postur orang Asia akan tertekuk dan merenggang di atas kendaraannya. Singkatnya, kurang nyaman bukan?

Tapi ketidaknyamanan ini ada juga gunanya pada sisi pengendalian, meskipun bukan tanpa masalah. Riding position yang seperti telungkup di atas motor memberi efek gravitasi yang bagus karena center of gravity motor dan pengendara keseluruhan makin dekat ke tengah dan juga makin rendah dari permukaan tanah.

Efeknya, pengendalian motor akan sangat bagus baik pada jalan lurus maupun pada saat menikung. Anda tidak akan gampang kehilangan titik menikung, juga lebih gampang bermanuver di jalur lurus. Belum lagi fairing yang besar akan menjaga hambatan angin (drag) tetap minimal. Sebagai catatan, menggunakan motor ini perlu sedikit penyesuaian. Tidak mudah mengendalikan motor dengan tenaga, postur, dan posisi duduk seperti ini. Bukan tidak mungkin motor ini terasa lebih liar dan menyebabkan rasa pegal, baik di pinggang maupun di tangan.

Apalagi ia didesain untuk kecepatan tinggi sehingga membawanya di kecepatan rendah akan cukup menyiksa. Hindari jalan macet yang menyebabkan motor harus bermanuver dalam kecepatan lambat sebab motor akan serasa sangat berat dalam kondisi demikian.

Tampilan motor ini merupakan salah satu daya tarik, terutama bila terlihat dari samping dan belakang. Motor-motor Italia mempertahankan buntut tawon, dan bodi yang airodinamis. Deltabox dan swing arm dibentuk berdasarkan cita rasa seni yang bagus. Body, termasuk tangki, jok dua tingkat, bodi belakang dan fairing tinggal menyesuaikan. Semuanya dengan jalur air-udara yang memukau. Sedikit yang mengganjal adalah lampu double headlamp yang sedikit agak kecil dan kurang proporsional. Apalagi modelnya yang asimetris terlihat seperti cacat bawaan.

Belum lagi fairing yang apabila dilihat dari depan, dimensinya tampak terlalu besar bukan? Mungkin perlu sedikit diperkecil di bagian winshield. Untunglah, untuk versi tahun 2006 fairing dan lampu depannya ini sudah dibuat ulang sehingga terlihat lebih sporty. Begitupula bodi (diluar sasis dan kaki-kaki) secara keseluruhan mengalami revisi yang revolusioner.

Kelengkapan yang ditawarkan lumayan bagus di kelasnya, meskipun belum maksimal. Upsidedown Marzocchi cakep dan proporsional. Namun sedikit disayangkan karena tak ada tingkat penyetelan. Untunglah untuk swing arm, sok Sachs-nya memiliki tingkat penyetelan kekerasan/rebound. Prangkat-prangkat lain semua mencukupi, seperti mesin dengan pendingin air tangki anti karat, dan sistem knockdown yang mudah untuk perawatan. Motor ini sangat mudah di rawat dan kokoh karena basis sesungguhnya hanyalah deltabox besar dengan bobot sekitar hampir 10 kg.

Untuk kecepatan, dalam keadaan standar 190 km/jam bukan hal sulit. Namun bagi motor saya, menyentuh 150 sudah cukup. Lagi pula enaknya kecepatan 100km/jam bukan hal yang sulit didapat dan pada kecepatan 150km/jam sama sekali tak membuat motor jadi liar.

Come and give a try!!!! (kfm)

http://www.indonesianracing.com/index1.php?id=230107021333&hal=detnews

Yamaha V-Ixion Downgrade atau Viper Facelift?

Selasa, 23 Januari 2007 14:13

Jangan kecewa jika Yamaha V-Ixion yang heboh itu muncul dengan tampilan “seadanya”. Sebab bisa jadi akan berbeda dengan yang dipamerkan The 3rd Jakarta Motorcycle Show (JMS) akhir tahun lalu. Mengapa demikian?

Andalan terbaru pabrikan berlogo Garputala ini memang masih menyisakan kontroversi yang belum selesai. Banyak yang begitu yakin akan segera diproduksi massal seperti dilansir banyak media otomotif. Bahkan di salah satu milis pengguna produk Yamaha, digosipkan produk ini akan keluar Februari bulan depan. Lebih cepat dari perkiraan banyak pihak yang rata-rata mematok pertengahan tahun 2007.

Konon saat ini pengujian laik jalannya sudah berlangsung. Artinya, sejumlah prototipe sudah siap. Jangan kaget jika di jalan anda berpapasan dengan motor baru yang terlihat asing. Jika benar demikian, maka motor ini sudah dalam proses pengesahan yang berwewenang dan sebentar lagi launching. Tinggal timing marketing saja yang akan bermain.

Namun pertanyaan yang tersisa, benarkah model yang akan dilansir ke publik akan sama dan serupa dengan versi yang dipamerkan di JMS? Bukan tidak mungkin banyak yang akan kecewa jika yang keluar bukan V-Ixion, tapi justru Yamaha Viper yang basis model dan mesinnya sama persis. Perbedaannya, V-Ixion versi JMS kemarin adalah facelift, sementara Viper adalah versi standar atau malah downgrade.

Tentu banyak yang masih ingat ketika pertama kali Thunder 125 diperkenalkan. Versi faceliftnya dipamerkan dengan mewah ala tampilan Buell. Tak salah, karena itu kreasi Aming Aliwarga untuk kepentingan promosi. Versi jalan rayanya pun memang laris, namun jelas cukup mengecewakan bagi yang berharap motor segahar edisi facelift-nya.

Yamaha V-Ixion memang sangat wah. Hampir semua sektor begitu istimewa. Bayangkan saja, motor sport kelas ringan menyandang buntut singel sitter yang aduhai. Apakah akan demikian versi massalnya? Kemungkinan besar tidak. Namun bisa saja akan mempertahankan model jok two sitter alias berjenjang. Berarti akan mengusung nuansa sporty layaknya CBR atau Ninja KRR. Kalo begitu mari kita lanjutkan pengandaiannya.

Bagaimana dengan sektor kaki-kaki? Tidak kalah gilanya. Upsidedown yang disandang bisa menjadi yang produk massal pertama di Indonesia. Mungkin hanya produk terbatas motor trail dari Hyosung 125 atau produk moge seperti Cagiva Mito atau Aprilia RS 125 saja yang memakainya. Di jajaran produk massal roda dua asal pabrikan Jepang, paling banter tersedia motor sport yang menyandang sok teleskopik berdiameter agak besar dan ber-tripleclam lumayang lebar.

Selain itu, V-Ixion juga sudah dipersenjatai dengan lengan ayun (swing arm) monosok sehingga mengentalkan nuansa sporty. Dilengkapi pula dengan velg racing berpalang moge yang menyempurnakan karakternya sebagai motor spot petarung jalanan (streetfighter).

Detail terakhir yang sering luput pada motor sport tanah air namun tidak pada produk ini adalah model headlampnya yang luar biasa cantik. Model ini meninggalkan model bulat ala retroklasik yang masih disandang banyak motor sport naked tanah air seperti Honda Tiger, Scorpio, atau Thunder. Model lampu semacam ini persis yang disandang Yamaha FZ6 S2. Bukan mencontek lampu Yamaha MT 03 seperti dugaan Motor Plus.

Sisanya mesin dan sasis yang meskipun tidak istimewa, namun tetap perlu diapresiasi. Dengan bekal deltabox, motor ini memasuki segmen motor sport yang bersasis kuat seperti produk massal sebelumnya, Ninja R dan FXR. Meskipun demikian, modelnya yang terkesan kaku dan kurang simetris antara ujung atas yang membesar dan bawah yang mengecil masih sedikit kurang manis.

Begitu pula modal mesin yang hanya bervolume silinder 150cc 4 tak SOHC, sedikit tanggung. Jika memang dimaksudkan untuk bersaing dengan Thunder 125 atau The New Megapro, positioningnya mungkin sangat tepat. Sebab akan mengoreksi kekurangan tenaga Thunder 125 yang sering dianggap banci, tapi juga akan membayang-bayangi Megapro yang bermain di angka 160cc. Kecuali jika ternyata keluar versi DOHC, maka sudah tak perlu diskusi lagi mengenai superioritasnya.

Bagaimana performa mesin? Harus menghitung perbandingan volume mesin, tenaga, dan berat, tentunya. Namun masih menyisakan teka teki. Sangat banyak gosip yang beredar, namun hasilnya sangat bergantung pada lansiran resminya nanti. Ini karena data spesifikasi yang beredar luas masih belum simpang siur. Mana mungkin motor sport berdeltabox dan ber-upsidedown hadir dengan berat di bawah 90 kg?

Terlepas dari pengandaian ini, yang penting diingat kembali. bahwa semua kelebihan itu hanya tinggal kenangan jika yang hadir di pasar adalah versi Viper yang sangat standar. Jok, lampu depan, upsidedown, hingga pernik-pernik seperti jenis knalpot, speedometer, dan finishing tangki akan beda. Mungkin saja kontroversi yang beredar selama ini memang sengaja digulirkan YMKI selaku ATPM untuk mengetahui selera pasar dan mencari definisi model yang lebih tepat. Dan, semoga saja nasibnya, dari sisi tampilan maupun penjualan, sebaik MX 135 dan bukan seperti Thunder 125!

Spesifikasi Viper (Tentatif):

Type : air cooled 4 stroke SOHC
Bore X Stroke : 54 X 54
Transmission : Constant mess 5 speed
Front suspension : telescopic Fork
Rear Suspension : Swing Arm
Front Brake : Hidrolik single disc brake
Rear Brake : Drum Brake
Front tire : 70/100-19 42M
Rear Tire : 90/100-16 52M
Over all dimension : 1885 mm X 795 mm x 1085 mm
Seat Height : 805 mm
Wheel base : 1270 mm
Minimum Ground Clerance : 295 mm
Fuel capacity : 6.6 Gallons
Dry Weight : 84 Kg

http://www.indonesianracing.com/index1.php?id=280107072602&hal=detnews

Selamat Tinggal Motor Sport Klasik !!

Minggu, 28 Januari 2007 07:26

Hadirnya model The New CBR 125 versi Eropa untuk tahun 2007 agaknya menjadi farewell untuk seluruh jajaran motor sport kasik yang umumnya bisa disebut bermodel 90-an. Dengan catatan, model The New CBR terbaru ini sudah diadopsi pada dan dan dipasarkan oleh Honda CBR yang beredar di Indonesia.

Model 90-an sebelumnya memang mengacu pada desain bodi motor sport secara keseluruhan, namun terutama pada aspek fairing. Jamak pada model 90-an adalah fairing yang landai alias kurang runcing, juga bentuk yang lumayan kaku. Pada sektor buntut, terutama ditandai pada model kotak dan model yang kurang nungging. Tidak kalah pentingnya, dimensi model 90-an terlalu slim alias posturnya kurang besar.

Suzuki RGR/RGV 150–>FXR 150

Satu per satu model 90-an ini tumbang. Masih terang dalam benak kita, RG 150 yang setelah sia-sia membenahi sektor desain fairing akhirnya digantikan oleh FXR 150 pada tahun 2000. Andalan lawas Suzuki tersebut, baik seri RGR yang beredar resmi di Indonesia maupun RGV yang banyak di negeri jiran dan Eropa, harus tunduk pada kemolekan desain baru FXR.

Bukan saja berganti mesin dari 2 tak ke 4 tak, desain FXR juga mencerminkan nuansa moge baru. Tudung fairing memadukan mata kucing yang bergaris tajam dan model fairing yang meruncing dan lumayan lebar. Di tambah buntut dan dimensi tanki yang bermodel kobra, nuansa sport motor ini pun sudah merambah trend baru tahun 2000-an secara lebih mantap. Namun sayang, Suzuki Indomobil Roda Dua harus menghentikan penjualan. Suzuki Malaysia selaku produsen kesulitan likuiditas, dan akhirnya pasokan terhenti. Padahal pada tahun-tahun awal penjualan produk ini, pemesan harus inden 3-6 bulan untuk memperolehnya.

Kawasaki Ninja R/R–>KRR 150

Di kubu Kawasaki, muncul Ninja ZX 150RR atau yang lebih kondang di negeri ini dengan nama Ninja ZX KRR. Desainnya mengubur segala kekurangan proporsi pada ninja model R yang tampil naked. Bahkan model KRR pun menyempurnakan sekaligus mengantikan Ninja RR yang di Thailand (disebut Viktor dan KRR SSR) terbit dengan desain fairing yang masih bermodel landai dan langsing. Apalagi KRR mengganti pula sasis model cradel box pada versi RR dan R(S) dengan turbular yang memikat.

Tinggal balut dengan fairing ala ZX lengkap dengan dua lubang intake pendingin di kiri kanan single head lamp yang lumayan lebar, karakter sport sejati tersembul. Tak lupa kawasaki menyertakan jok susun meskipun model buntut dan bodi samping kiri-kanan sebenarnya masih terlalu sederhana. Ada kemungkinan pada awalnya jok memang tidak dimaksukan untuk bersusun. Namun tak ada yang memungkiri bahwa model KRR ini sangat kompak dan proporsional secara keseluruhan.

Honda NSR/CBR 150–>New CBR 150

Bagaimana dengan Honda? Hingga tahun 2000-an anda mungkin cuma akrab dengan NSR. Maklum pihak AHM selaku ATPM Honda di Indonesia sangat konservatif terhadap produk dan pasar. Padahal modelnya begitu culun. Juga tak jauh beda dengan dengan baju ninja RR atau RGR. Masih mending berbagai varian NSR RR dan SP yang dipasok para importir umum (IU). Lumayan lebar dan besar, meskipun masih kurang manis di sektor fairing dan buntut.

Belakangan CBR150 masuk sejak tahun 2003. Namun sayang sangat model cungkring ala 90-an masih tak lepas juga. Namun sejak diluncurkannya model baru The New CBR 125 versi Eropa untuk tahun 2007, Honda Thailand pasti sudah kepanasan. Jika baju The New CBR tersebut dipasangkan di sasis dan mesin lama CBR 150 yang banyak beredar di Asia, pastinya jauh lebih memukau. Bagi yang sudah tidak sabar, bisa saja diam-diam memesan paket dress up ini dari Eropa. Anda akan kepincut oleh kolaborasi mesin, sasis, dan bodi yang luar biasa ini. Bisa saja akan menjadi senjata Honda di kawasan Asia. Bahkan ada rumor di kalangan biker bahwa pihak AHM selaku ATPM Honda di Indonesia sedang menjodohkan mesin CBR 150 DOHC dari Thailand ini dengan bodi CBR 125 yang di kawasan Eropa hanya menganut sistem SOHC. Hmm, siapa tahu bukan?

Yamaha RZR 150–>TZM 150

Bagaimana dengan Yamaha? Setelah seri RZR yang bermodel sangat lawas berakhir, YMKI selaku ATPM Yamaha sebenarnya memasok secara CBU seri TZM 150 yang juga dijual untuk pasar Malaysia. Sayang cuma berlangsung sekitar 3 tahun. Nasibnya sama dengan FXR yang lebih mirip pengisi waktu luang demi menutup ketiadaan produk pada segmen ini. Faktor krisis moneter jadi alasan. Padahal model TZM ini lumayan cakep. Mirip betul dimensi dan fairingnya dengan NSR SP 250 atau malah Aprilia RS Katana yang kondang itu. Wajar saja, TZM adalah spekdown seri TZR yang berspek balap itu.

Namun cukup disayangkan Yamaha hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda akan memasukkan model sport tulen. Alih-alih malah yang akan terbit Yamaha Viper 150 yang bernuansa naked. Padahal coba saja Viper diberi baju The New TZR 50/150, pasti semua mata akan terbelalak dan bukan tidak mungkin merajai penjualan kelas sport tulen.

http://www.indonesianracing.com/index1.php?id=230107021657&hal=detnews

Modifikasi Motor: Pakai Limbah atau Aftermarket?

Selasa, 23 Januari 2007 14:16

Modifikasi yang sering disingkat para bikers dengan istilah modif, sejatinya dilakukan untuk meningkatkan performa dan tampilan. Biar lebih manis dan lebih fungsional. Hanya saja, kadang kita bingung modif mulai dari mana, dengan apa, di mana?

Bagi banyak orang modif dimulai dari tampilan. Sengaja demikian karena lebih mudah terlihat. Istilahnya agar tampil beda. Tampilan tersebut menyangkut bodi, sasis, stang, maupun ajrutan (kaki-kaki). Bodi bisa dicat-ulang agar lebih manis. Klir disesuaikan atau diberi sentuhan finishing yang lebih semarak. Bagi sebagian lagi, dimulai dari mesin dan sasis. Gunanya untuk meningkatkan kecepatan sekaligus memperbaiki pengendalian (handling).

Pertanyaan selanjutnya, dengan apa modif dilakukan. Apakah perlu menggunakan libah motor gede (moge) ataukah cukup menggunakan perangkat aftermarket?

Kebanyakan pemula modifikasi memulainya dari barang-barang yang tersedia dipasar yang disebut aftermarket. Di samping lebih murah, juga lebih mudah didapatkan. Tak kalah pentingnya gampang dicicil satu persatu.

Dalam kasus Indonesia, barang-barang aftermarket berkualitas masih relatif sulit ditemukan. Rata-rata barang yang ada di pasaran berasal dari Thailand dan China. Dengan modal meniru berbagai komponen versi motor buatan Jepang atau Italia yang lebih bermutu, pasar modifikasi kita dibanjiri berbagai perangkat pemanis motor.

Di negara seperti Thailand, hampir seluruh modifikasi didasarkan pada barang aftermarket. Demikian pula halnya di Eropa dan Amerika Serikat. Pertumbuhan industri manufaktur otomotif sudah sedemikian pesat sehingga hampir setiap tipe motor yang baru juga disertai versi upgrade modifikasinya. Di samping itu kultur industri otomotif di negara-negara tersebut membuat orang lebih nyaman dan cepat untuk memasang perangkat aftermarket yang tersedia di mana-mana daripada harus berburu limbah dan menunggu modifikasi selesai.

Bagi yang tidak puas dengan barang aftermarket sehingga ingin memodifikasi secara ekstrim, kebanyakan bikers berusaha mengaplikasikan limbah moge di besutannya. Keuntungan aplikasi perangkat moge, seperti garpu sok depan, swing arm dan sok set, hingga body set, memberikan tampilan lebih kekar dan stylish. Bahkan tidak jarang, limbah memberi keuntungan lebih dari sisi kekuatan dan kenyamanan.

Banyak limbah yang tersedia di pasaran saat ini untuk diaplikasi pada motor-motor sport turing seperti Tiger, Scorpio, atau Thunder. Yang sedang banyak dipasaran adalah limbah Aprilia rs 125, Cagiva Mito, Honda NSR Hornet, Suzuki GSXR 400, Honda CBR 400, dan Yamaha TZR. Total biaya untuk menebus limbah saja rata-rata dibutuhkan 5-7 juta. Dengan memasukkan unsur pemasangan, setting dan balancing ulang, serta ongkos pernak-pernik untuk merapikan modifikasi, maka biaya modifikasi dengan limbah bisa membengkak menjadi 7-10 juta.

Jika butuh yang lebih berkelas bisa juga mengorder limbah Aprilia RS 250, Honda RVF/VFR, bahkan Ducati versi Massimo Tamburini. Biaya pembelian limbahnya saja bisa mencapai 12-15 juta. Tambahkan ongkos pasang/setting dan pengrapian di sana-sini. Total biaya bisa mencapai 15-17 juta. Hanya saja limbah jenis ini harus diorder khusus karena tidak banyak tersedia dipasaran.

Menyangkut tempat modifikasi sangat bergantung pada komponen yang digunakan. Biasanya modifikasi barang aftermarket bisa dilakukan oleh montir semi profesional di bengkel-bengkel asesori motor. Ini mengingat barang aftermarket biasanya sejak awal dimanufaktur sesuai setting standar motor yang beredar dipasar dan bisa langsung pasang alias bolt-on.

Sebaliknya untuk pemakaian limbah moge, hampir dipastikan harus dilakukan dibengkel/workshop modifikasi. Sebab setiap limbah memiliki karakteristik yang belum tentu langsung padu dengan motor yang ingin dimodif. Karena itu, modif limbah lebih banyak memasukkan unsur kreasi seni bersama-sama dengan kemampuan mekanis sang modifikator.

http://www.indonesianracing.com/index1.php?id=240107075333&hal=detnews

Belajar Modifikasi: Apa yang Harus Anda Siapkan!?

Rabu, 24 Januari 2007 07:53

Modifikasi adalah soal hasrat. Soal libido! Bagi yang sudah kesemsem sebuah model, baiknya disalurkan. Ga ada yang salah sampai di sana. Ditahan-tahan malah bahaya. Masalahnya sekarang adalah menyalurkannya di mana. Seperti halnya libido seksual, hasrat modif harus melalui perhitungan yang matang dan perencanaan yang baik.

Lalu apa yang perlu disiapkan seorang biker yang ingin motornya didandani?

Tujuan. Modifikasi harus punya tujuan khusus yang spesifik. Jika tidak nantinya cepat berubah pikiran yang berarti bisa menguras kocek. Bagi yang punya dana banyak dan suka persaingan, bolehlah membidik kontes. Bagi yang sekedar hobi biasa tujuannya cukup untuk mempercantik. Namanya modif harian, atau fungsional.

Corak. Pilih coraknya yang jelas, sport, kinclong, streefighter dst. Sebaiknya menyesuaikan aja dengan basis motor. Kalo punya dana lebih, beli motor yg pas. Misalnya tiger lebih cocok untuk streetfighter atau supermoto. Kalo dana berlebih, barulah bidik gaya ekstrim lainnya seperti operasi kelamin menjadi modif sport dan sport ekstrim.

Modifikator. Pilihlah modifikator yang baik. Nama modifikator adalah jaminan, bukan? Mungkin saja agak sedikit mahal, tapi jika ada masalah ada jaminan. Jaminan ini menyangkut dua hal. Pra dan pasca serah terima: pra itu menyangkut finishing. Yg mahir pastilah lebih halus dengan waktu yang lebih cepat. Kalaupun lebih lambat biasanya karena konsep belum disepakati (ide sering berubah-ubah karena anda banyak keinginan), lagi antri (maksa masukin motor padahal lagi padat kerjaan), atau minta model yang sama sekali baru.

Mental dan dana. Kawan-kawan saya biasanya menyarankan begini: “Utarakan maksud anda, corak dan gaya yang diinginkan (konsep). Lalu minta konsep pembanding dari modifikatornya. Tanyakan segala kemungkinan: konsekuensinya secara teknis, dana, waktu. Segalanya saling berpengaruh. Jangan kecewa jika ada aspek yg kurang sip hanya satu faktor saja. Diskusikan saja agar bisa diperbaiki dan jika mungkin tanpa dana tambahan. Minta juga agar dapat sedikit prioritas untuk penyempurnaan. Hanya dengan cara ini anda akan merasa nyaman dengan uang yang dikeluarkan dan waktu yang dipakai (dan terbuang).

Alternatif. Anda bisa mencoba modifikasi sendiri, meskipun tidak disarankan bagi pemula. Mengapa karena melakukan sendiri bisa mendatangkan rasa frustrasi. Di samping capek, belum tentu memuaskan. Kata Kumis, “serahkan kepada kami, kalian cari duit saja”. Terima beres!!!! Pengalaman saya, modif sendiri memang bisa lebih cepat, karena tidak antri. Bisa juga lebih murah karena bahan baku bisa kita hitung sendiri. Tapi yakinlah bahwa bedanya antara 10-20% saja. Malah jika anda salah perhitungan, akan membengkak menjadi lebih mahal dari biaya untuk modif yang dilakukan oleh modifikator tulen. Hanya bagi yg sudah kuat mental karena udah sering modif atau karena punya jiwa petualang saja (yg suka mencoba hal-hal baru) yang lebih tepat melakukan hal ini.

Batas dan step. Pilih batasan yang baik dalam modif beserta stepnya. Jika dana anda berlebih dan kosep matang, silahkan rombak dari ujung ban depan hingga ujung buntut spakboard. All in one. Namun sebaiknya belajarlah untuk melakukannya secara bertahap. Buat batasannya. Bulan atau tahun ini mau rombak kaki-kaki, lalu bulan atau tahun depan apanya lagi. Sebaiknya jika ada dana kelengkapan modif kaki-kaki disiapkan untuk satu set full. Lebih murah pembelian bahan dan pengesetan. Baru kemudian berfikir soal bodi. Setidaknya ada dua atau tiga tahap. Jika dana mencukupi barulah diberi finising di mana-mana. Soal cat, kit-kit tambahan, dst. Sembari membenahi aspek yang belum nyaman atau aman. Ini tahap ketika. Usahakan jangan modif tambal sulam, meskipun ini sangat sulit dihindari.

Setelah semua itu terpenuhi, jangan lupa berbagi dengan teman-teman lain, pra-pasca modifikasi. Yakinlah anda tak sendiri. Itu akan sangat membantu!

Just try it all with a simple plan.

http://www.indonesianracing.com/index1.php?id=180107034124&hal=detnews

Evoluzione II Cagiva Mito Serasa Balap GP

Kamis, 18 Januari 2007 03:41

Inilah salah satu edisi Evoluzione II Cagiva Mito lansiran 2005. Seperti Aprilia RS 125 yang sama-sama produk Italia, Mito juga menyandang mesin 125cc 2 tak. Setidaknya hingga tahun 2006 sebelum digantikan dengan Mito 2007 bermesin 500cc 4 tak.

Yang patut dikagumi dari Italian bike ini adalah desainnya yang manis. Jika anda penggemar Ducati, anda pasti melihat kemiripan antara Mito dan Ducati Monoposito 916 yang sangat legendaris. Tak heran karena memang desainernya sama, Massimo Tamburini. Pada saat itu pula Cagiva dan Ducati masih satu atap. Tidak salah jika para bikers menyebut Mito sebagai Baby Ducati.

Eksekusi desain Mito juga rapi jali. Oli samping dan air radiator terletak di bawah tangki bensin. Sedikit beda dengan Aprilia RS 125 yang di kiri kanan fairing sehingga boleh dibilang fairing motor ini sangat rapat. Tak ada celah sedikit pun.

Dari sisi tenaga mesin, lumayanlah. Layaknya RS 125, Mito sangat garang di gigi 3 ke atas.

Kelebihan lain adalah pada distribusi tempratur mesin. Suhu mesinnya lumayan kompromi dibandingkan Aprilia RS 125. Sebagai informasi, suhu ideal motor-motorsport ada di antara 70-80 derajat. Jika menyentuh angka 100 derajat, bersiaplah untuk berhenti. Atau, cari jalur yang sepi sehingga bisa memacunya dengan baik dan pendinginan radiator bisa maksimal.

Konsumsi bahan bakar Mito juga lumayan baik. Untuk pemakaian luar kota seperti Bandung-Jakarta hanya minum 7 liter-an Pertamax. KatakanlahJakarta-Bandung 150 km dari rumah, silahkan hitung sendiri konsumsi BBM-nya. Untuk dalam kota, sangat relatif, tapi tak jauh beda dengan Ninja KRR seangkatannya.

Secara umum pengendalian Mito dan RS 125 sama saja. Gaya supersport ringan yang enak dipakai pada kecepatan tinggi dan berat di kecepatan rendah. Hanya saja Mito sedikit lebih lincah meliuk-liuk. Mungkin karena bobotnya yang lebih ringan dan dimensinya yang sedikit lebih langsing.

Kekurangan Mito tampaknya hanya pada segi kelistrikan. Seperti keluhan banyak orang, akinya sangat gampang soak. Memakainya sehari-hari tidak cukup. Beberapa pemilik biasanya menyediakan charger di rumah yang sewaktu-waktu dipakai. Tapi jika tiba-tiba ditengah jalan stater elektrik motor ini ngadat karena aki soak, cukup dorong pelan saja dan mesin segera menyala. Sangat ringan dan gampang dinyalakan. Ya kurang lebih sama gampangnya dengan menyalakan motor balap 2 tak lainnya.

Last but not least, komplain yang hingga kini tak teratasi cuma soal gigi netral yang sulit ketika motor idle. Karena memang motor dirancang untuk balap!

…………

Komentar»

1. Dani Iswara - Februari 7, 2007

kirain punya om ilham tuh situs..😀

kl lisensi2/disclaimer utk kafemotor blm ada, boleh ditambahkan/diperjelas (hlmn depan?)

ah dasar plagiat..tabah om ilham..kan berarti tulisannya bagus..😀

2. grandiosa12 - Februari 8, 2007

*ikut kesel mode on* emang enak dijiplak…arrrghhh

3. ilham - Februari 13, 2007

JIakakaka. akajn sy pasang. segera. Masih belajar nih cara masangnya😀

4. Madya_19 - Februari 28, 2007

kaya gak tau aja negeri kita khan gudangnya plagiator jd segala apapun cari gampangnya aja ogah repot-2x . ..tanya kenapa ????

5. tuwilovers - April 13, 2007

daripada nyesek, itung-itung sodakoh lah…..lumayan dapet pahala..
tul gak bro ilham…🙂

6. eko n - April 18, 2007

bwahahahaha

7. genk - Mei 10, 2007

wakakakakkk sbar aza bro…tar sampeyan msuk surga deh…kn kta bro tuwilovers sodakoh….sabar yach….

8. iska - Agustus 16, 2007

indonesia apa endonesia?

9. bHell - Agustus 17, 2007

Tenang aja bro.. lita lita setia kok ma blog anda.. hehehe

10. bHell - Agustus 17, 2007

)salah nulis) maksudNy, kita kita setia kok ma blog yang anda buat..

11. zinc - Agustus 29, 2007

Ga tau Malu tuh! gak kreatif banget!!

12. HTML475 - September 24, 2007

Copy Paste
Anak SD aja bisa
Di Indonesia Buat jadi webnmaster ngak usah belajar tinggi2

Tabah buat om ilham

13. myheart - November 5, 2007

ada juga yah yang kayak gitu!!
apa gak malu tuh ketahuan begini!

14. mr_bandempo - Desember 12, 2007

Buat bro ilham…mungkin fasilitas klik kanannya di non aktifkan aja ato di tambah pake java script bro…

Dijamin aman tu tulisan kagak dikopi paste…tp itu juga msh ada celahnya…
heheheh…setidaknya bs membantu bro…

15. hantu - Juli 24, 2009

wah yang sabar bozz,,,

16. brewokedan - Oktober 25, 2009

yang namanya maling, mau di apain aja tetap aja bisa di ambil, emang tujuannya untuk maling… hehehehe. parah mode on

17. tentang KafeMotor « remCakram - Juni 14, 2010

[…] Akhirnya tahun 2008-an KafeMotor pun tutup dengan alas an yang tidak dipublikasi, blog ini tutup, jadi usia-nya blog ini cukup singkat tidak ada 2 tahun seingat sy, CMIIW, meskipun ditawarkan bagi yang mau meneruskan tp menurut sy memang gaya menulis bro Ilham sangat khas, sampai2 ada media lain yg mempublikasikan hasil ‘copas’ utuh artikel di KafeMotor tanpa ijin pemilik blog. […]

18. REGALLIA - Juni 20, 2014

ROYALFLUSH99 PROMO SPEKTAKULER
PADA UMUM NYA MIN DEPOSIT UNTUK SITUS
ROYALFLUSH99 ADALAH 50RB.
NAH SEKARANG ROYALFLUSH99 MEMPUNYAI PROMO
YANG TENTUNYA SANGAT-SANGAT SPECIAL LOH
DIMANA DENGAN HANYA MELAKUKAN DEPOSIT SEBESAR
10RB RUPIAH MAKA AKAN MENDAPATKAN BONUS 50RB RUPIAH
NAH PROMO INI BERLAKU UNTUK SEMUA PECINTA ROYALFLUSH99
BAIK YANG AKAN MENDAFTAR ATAUPUN SUDAH MENJADI PEMAIN
TETAP ROYALFLUSH99.COM

S&K
1.promo hanya berlaku untuk deposit 10rb..
tidak berlaku kelipatan
2.pemain hanya bisa melakukan WD apabila turnover permainan
mencapai 1.500.000
3.satu nomor rekening hanya bisa mengklaim promo 1 hari sekali
4.untuk mengklaim bonus di harapkan untuk menghubungi livechat kami
untuk keterangan dan info lebih lanjut
5.tidak diperbolehkan melakukan kecurangan seperti yang tertera di dalam
peraturan permainan di situs royalflush99
6. keputusan pihak royalflush99 adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat

claim bonus
1.bonus chip akan di berikan kepada setiap pemain melalui sistem voucher
2.setelah melakukan deposit maka setiap pemain di haruskan mengikuti langkah2
dibawah ini :
-buatlah memo kepada admin royalflush99
? Subjek : Promo spektakuler
isi : claim bonus promo spektakuler

-setelah kode voucher didapatkan maka pemain di haruskan untuk
masuk ke menu deposit.. isilah di dalam menu deposit sebagaimana
anda melakukan deposit seperti biasa nya…yang perlu di perhatikan adalah
pada kolom keterangan di tuliskan kode voucher yang telah diberikan

NB: segala tindak bentuk kecurangan tidak akan di tolerir.. akan di tindak secara tegas
pemain yg telah melakukan deposit..apabila ingin mengikuti promo maka tidak diizinkan
untuk bermain terlebih dahulu..apabila hal itu terjadi maka pemain tersebut tidak akan bisa
lagi mengklaim bonus dan tidak bisa melakukan WD sebelum chip mencapai standar minimum
WD yaitu 50rb

PROMO BERLAKU MULAI TANGGAL 20/06/2014 JAM 10.00 PAG


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: