Malam Tahun Baru di Aceh Januari 1, 2007
Posted by ilham in Sosialita.trackback
Tak banyak daerah di Indonesia yang mungkin lebih ramai Idul Qurbannya dibandingkan Idul Fitri dan Malam Baru. Tapi kejadian ini bener-bener terjadi di Aceh. Malam Idul Adha diwarnai pawai. Jalanan sepanjang kota Banda Aceh pun dipenuhi kendaraan terutama motor. Warga dewasa adan anak anak berkumpul dimasjid atau ikut rombongan pawai keagamaan (takbiran). Sementara remaja berkeliling dengan motor.
Kota Banda Aceh lebih hidup malam itu. Padahal sebagian besar warga musiman yang umumnya pedagang sudah mudik. Tapi tetap saja sangat ramai. Esok malamnya juga ramai menjelang tahun baru 2007. Namun tidak seramai malam Idul Qurban sebelumnya. Bahkan menurut warga Aceh, Idul Fitri pun tak bisa mengalahkan keramaian malam dan hari raya Idul Adha.
Sebaliknya dengan kota-kota lain bukan? Hampir seluruh daerah di negeri ini akan sangat meriah jika Idul Fitri datang. Sebab para warga kumpul semua di kampung halaman. Para rantau mudik selama beberapa hari, membawa perlengkapan, mobil, baju baru, dan juga cerita sukses mereka di kota. Jadilah hari itu sangat ramai, kecuali mungkin di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya yang sepi ditinggal mudik.
Tahun baru beda lagi. Sangat ramai karena muda-mudi keluar rumah di malam hari merayakan pergantian tahun. Jalan-jalan penuh sesak dan orang-orang berpesta. Minimal warga berkumpul doa bersama dengan makanan minuman yang cukup. Apalagi suasana di kota-kota besar, sangat semarak!
Tapi di Aceh sangat berbeda. Daerah ini memang sangat unik. Daerah dengan kultur masyarakat yang berbeda dan kebiasaan yang khas. Come and see!


Komentar»
No comments yet — be the first.