jump to navigation

Banjir Raya, Kado Pahit 2 Tahun Tsunami Desember 27, 2006

Posted by ilham in Sosialita.
trackback

Tak banyak yang warga yang menyangka, ultah Tsunami yang terjadi dua tahun lalu berkadokan banjir raya. “Tsunami II”, kata tetangga saya. “Tsunami gunung” kata yang lain. Wilayah-wilayah pedalaman di tiga kabupaten seantero Aceh digenangi air hingga 3 meter. Rumah banyak yang tenggelam atau tinggal atap saja.

Korban pun berjatuhan. Tak kurang dari 73 jiwa melayang dan ratusan hilang berdasar lansiran Dinas Sosial hingga lewat tengah malam tadi. Mungkin saja lebih. Jaringan ORARI lokal Deli Serdang malah menyebutkan 500 orang di Pulau Tiga saja.

Jalan putus di mana-mana. Korban terseret dan terendam banjir. Yang lain menyelamatkan diri dan harta sekenanya.
Ada yang naik pohon, tidur di atap rumah. Atau menumpang di rumah tetangga yang kebetulan bertingkat. Kondisi memprihatinkan, korban terisolasi air.

Yang paling berbahaya tentunya penanggulangan pasca bencana. Sanitasi, ancaman penyakit, kurangnya air bersih, suplai sembako, obat-obatan dan berbagai hal lain masih diragukan banyak pihak.

Pengalaman Tsunami 2 tahun lalu menunjukkan betapa kurangnya koordinasi penanganan bencana. Bahkan bukan hanya itu, setelah kondisi darurat berakhir, trauma dan psikologi ketergantungan tak kurang jadi penyakit yang sulit disembuhkan.

Di sisi lain, banjir raya adalah bandang! Bukan tanpa sebab. Kiriman bah dan gelundungan kayu akibat ulah manusia. Saatnya pemerintah menindah illegal logging dan menghentikan HPH mana pun dari eksplotasi hutan dan pegunungan di Aceh. Jika tidak bencana demi bencana akan terus menerpa bumi Aceh. Bumi yang kaya kebudayaan, kaya sumberdaya alam. Biarkan Tuhan yang tahu kapan kepunahan umat manusia kan terjadi, tapi jangan karena ulahmu!

Komentar»

1. ismah - September 8, 2007

saya harap mudah-mudahan banjir seperti tsunami tidak akan terjadi lagi
amin,amin,amin, ya rabbal alamin

2. joe - April 2, 2009

Ini baru permulaan, selama manusia tidak bertobat maka bencana akan datang lebih besar. Doakan agar bangsa Indonesia bertobat dan terhindar dari segala bencana….